Akhirnya weekend kemarin jadi juga ke Ancol, walaupun dengan kondisi cuaca yang kurang bersahabat (hujan mulu dari pagi) tapi rencana tetap berjalan. Dan yang bikin rame ada Nanus ama Dimas. Gak tau gimana, tapi selalu ada aja bahan candaan dan tertawaan. Yang bikin aku musti bersabar adalah kenyataan kalau jalan sama cowok-cowok adalah bahan candaan yang (agak) tidak terkontrol
Ini dia anggota rombongannya. Hmm … pada gak jelas mo foto apaan
Dari kejauhan tampak restoran Le Bridge dan pantai Ancol menjelang sunset.
Perjalanan dimulai dengan menyusuri dermaga. Di sepanjang dermaga, tukang foto Polaroid tidak henti-hentinya menawarkan jasa mereka pada banyak turis asing dan domestik.
Berpose di ujung dermaga
Ujung-ujungnya berhenti juga di Coffe Shop. Rencananya sih mo ngelihat sunset, tapi ternyata yang ada malah mendung
Walaupun minumannya standar (dan mahal), tetapi lumayan lah suasananya.
Banyak perahu-perahu yang disewakan di sepanjang pinggiran pantai. Satu putaran kurang lebih seharga Rp 40 ribu. Apabila ada yang pengen kencannya tambah romantis dan private, kayaknya pilihan yang tepat tuh …
Jalan-jalan kali ini diakhiri dengan makan malam di Bandar Jakarta. Tampak di foto, Dimas yang sudah tidak sabar menunggu makanan datang
Hmm, weekend is coming in three more days. Cant wait to have it ….
SEE ALSO : Weekend on Ancol II







photo yang kedua dari atas, “motor dan sepeda dilarang masuk”, maksud nya dilarang masuk ke laut ya? hihihihi..
Ini “tukang poto kelilingnya” koq gak tampil juga ??