Film ini termasuk film yang sangat aku tunggu, karena selain aku sudah membaca bukunya, aku juga penasaran apakah filmnya akan sebagus film sebelumnya (Red : The Chronicles of Narnia: The Lion, the Witch and the Wardrobe). Film ini diputar serentak worldwide pada tanggal 16 Mei 2008. Dari trailernya sih kelihatannya lumayan keren. Dan seperti rencana sebelumnya, aku dan Jeff akhirnya menontonnya pada hari Sabtu di Hollywood KC.
Cerita dibuka dengan lahirnya seorang bayi laki-laki yang merupakan anak dari Miraz. Prince Caspian yang masih terlelap dalam tidurnya kemudian dibangunkan oleh gurunya untuk segera kabur menyelamatkan diri. Hmm, tampaknya hal ini merupakan perbedaan pertama yang dapat aku lihat antara alur cerita dalam buku dan film. Setelah itu digambarkan bagaimana Prince Caspian berusaha untuk lari dari kejaran prajurit kerajaan dan akhirnya bertemu dengan Narnian. Pada saat terjepit, Prince Caspian meniupkan terompet yang termyata memanggil raja dan ratu Narnia jaman dulu. Scene berganti dengan setting lorong kereta api bawah tanah kota London yang membawa Peter, Susan, Edmund, dan Lucy kembali ke Narnia. Dari sinilah petualangan dimulai, mereka berempat bekerja sama dengan Prince Caspian kemudian mengalami perang demi perangĀ untuk memperebutkan Narnia. Continue reading ‘Movie : The Chronicles of Narnia – Prince Caspian’
Movie : The Chronicles of Narnia – Prince Caspian
Tags: film, movie, Narnia, prince caspian
Film ini termasuk film yang sangat aku tunggu, karena selain aku sudah membaca bukunya, aku juga penasaran apakah filmnya akan sebagus film sebelumnya (Red : The Chronicles of Narnia: The Lion, the Witch and the Wardrobe). Film ini diputar serentak worldwide pada tanggal 16 Mei 2008. Dari trailernya sih kelihatannya lumayan keren. Dan seperti rencana sebelumnya, aku dan Jeff akhirnya menontonnya pada hari Sabtu di Hollywood KC.
Cerita dibuka dengan lahirnya seorang bayi laki-laki yang merupakan anak dari Miraz. Prince Caspian yang masih terlelap dalam tidurnya kemudian dibangunkan oleh gurunya untuk segera kabur menyelamatkan diri. Hmm, tampaknya hal ini merupakan perbedaan pertama yang dapat aku lihat antara alur cerita dalam buku dan film. Setelah itu digambarkan bagaimana Prince Caspian berusaha untuk lari dari kejaran prajurit kerajaan dan akhirnya bertemu dengan Narnian. Pada saat terjepit, Prince Caspian meniupkan terompet yang termyata memanggil raja dan ratu Narnia jaman dulu. Scene berganti dengan setting lorong kereta api bawah tanah kota London yang membawa Peter, Susan, Edmund, dan Lucy kembali ke Narnia. Dari sinilah petualangan dimulai, mereka berempat bekerja sama dengan Prince Caspian kemudian mengalami perang demi perangĀ untuk memperebutkan Narnia. Continue reading ‘Movie : The Chronicles of Narnia – Prince Caspian’