Semenjak di Jakarta, aku sudah tidak ingat lagi kapan terakhir aku menonton acara olahraga. Bukan hanya karena tidak ada waktu yang cukup, tetapi juga kayaknya gak ada temen buat ikutan teriak-teriak pas nonton (walaupun kata Mia aku adalah penonton yang lumayan silent dibandingkan adiknya). Sampai beberapa hari lalu, saat Trans TV menayangkan semi final dan final Thomas & Uber Cup, it’s so hard not to see and enjoy the tournament. Hmm, jadi ingat dulu waktu masih di rumah biasanya harus berantem dulu dengan adikku yang lebih suka nonton film kartun daripada nonton bulutangkis.
Thomas dan Uber Cup tahun ini diadakan di Istora Senayan, Jakarta. Mumpung di Jakarta aku pengen ikutan nonton di Istora, tapi sayangnya semua tiket VIP sudah sold-out. Dan rasanya aku gak akan mungkin sempat untuk ikutan antri di Istora sejak dini hari seperti yang dilakukan oleh para penggemar fanatik bulu tangkis yang datang dari berbagai kota di Indonesia. Disana juga ada giant big screen yang disediakan panitia untuk mengantisipasi penonton yang tidak dapat tiket. Hmm, tapi kalau dipikir-pikir nonton di big screen seperti ini malah bikin sakit hati. Gimana enggak, kalau tournament nya ada di negara lain sih ya gak papa. La ini? cuma beda tembok doank … Aaah, mendingan nonton di kostan aja deh. Lebih enak dan nyaman pastinya. Continue reading ‘Thomas & Uber Cup 2008′
Recent Comments