Masih tentang petualangan tiga bersaudara : Jared, Simon, dan Mallory. Buku ketiga ini membahas petualangan mereka dalam mencari jawaban mengapa buku ‘Panduan Lapangan’ milik Jared, sangat diinginkan oleh para peri dan Goblin. Salah satu cara yang mereka tempuh adalah menemui bibi mereka yang bernama Lucinda. Bibi Lucinda ini telah lama tinggal di rumah sakit jiwa dan hampir tidak ada keluarga yang pernah mengunjunginya.
Yang mengejutkan ternyata bibi Lucinda dianggap tidak waras karena dia berusaha menceritakan adanya berbagai mahluk aneh yang ada di sekitarnya kepada orang lain. Bibi Lucinda bahkan menyebutkan bahwa ayahnya (Arthur Spiderwick) hilang karena diculik oleh para peri. Mereka akhirnya saling bercerita tentang perilaku para mahluk aneh dan juga pentingnya buku ‘Panduan Lapangan’. Saat Jared ingin menunjukkan buku tersebut, betapa terkejutnya mereka karena ternyata buku yang dibawa Jared bukan buku ‘Panduan Lapangan’ tetapi buku memasak ibunya.
Hilangnya buku ‘Panduan Lapangan’ membuat Jared sangat marah sampai dia menuduh Mallory telah membuangnya. Jared telah berusaha mencari buku itu di semua sudut rumah, tetapi tetap tidak dapat menemukan buku tersebut. Sampai akhirnya secara tidak sengaja, mereka bertiga menemukan sebuah peta rahasia hutan para peri di tumpukan buku di perpustakaan tua milik Arthur Spiderwick. Dengan bermodalkan peta tersebut mereka menelusuri hutan dan berusaha menemukan kediaman para peri untuk kemudian berusaha merebut kembali buku ‘Panduan Lapangan’.






Book : Marriageable – Gue Mau Nikah Asal…
Tags: book, buku, comment, marriageable
Nemu buku ini di Gramedia BP, dalam momen yang pas yang sesuai dengan judulnya. Dan pas baca thriller di bagian belakang buku memang tampaknya buku ini menarik dan lucu. Dan ternyata memang bukunya kocak abis, saking penasarannya pengen cepet selesai baca, sekarang kondisinya memprihatinkan, lecek karena suka aku bawa kemana-mana (coba bukunya waterproof, pasti gak selecek itu).
Ceritanya sebetulnya sama saja seperti kebanyakan novel yang ada, yaitu tetap mengusung cinta dan perjuangan manusia menjalaninya. Yang membuat buku ini jadi menarik dan beda adalah penggunaan bahasanya yang cenderung menggelitik dan penuh dengan kiasan-kiasan yang menurutku kadang ngasal tapi kena, misalnya saja perumpamaan rahim cewek sebagai susu ultra yang bisa expired, sperma yang seperti wine, dan banyak lagi. Yeah, mungkin memang bahasanya agak terlalu vulgar karena itu pula dibagian belakang ada tulisannya novel dewasa. Vulgar, kocak, tetapi tetep mengalir sehingga aku sama sekali tidak bosan membacanya.
Penokohan yang ada sebetulnya juga nothing special, just like ordinary pekerja kota Jakarta. Tetapi justru mungkin itulah salah satu kelebihannya. Tokohnya mem’bumi’ sehingga sepertinya mereka adalah orang-orang di sekitar kita dengan kepribadian uniknya masing-masing.
Plot of the Story:
Flory, seorang wanita karir yang sudah berumur lebih 30 tahun dijodohkan oleh kedua orang tuanya dengan seorang pria mapan yang bernama Vadin. Walaupun pada awalnya Flory menolak perjodohan tersebut tetapi setelah mengenal Vadin lebih dalam, mereka kemudian merasa saling cocok. Saling cocok juga bukan berarti Flory yakin kalau dia benar merasa sayang pada Vadin. Dengan teman-teman baiknya dia terus berusaha mengenal dan mencari, apakah sebenarnya sayang itu, apakah rasa cinta itu, dan yang paling penting apakah arti dari pernikahan itu.