Rencana awal weekend sebetulnya mo nonton Wanted, tapi karena waktunya kelamaan (selisih 45 menit) akhirnya kita nonton ‘Dark Night’, sebuah film superhero Batman yang diambil berdasarkan DC Comic yang tentunya kita semua sudah amat sangat mengenalnya. Aku sendiri bukan fans Batman karena buatku film-film Batman baik yang kartun atau layar lebar semuanya kelihatan gloomy dan gelap. Walaupun begitu aku mengenal hampir semua karakter yang ada di film Batman dengan baik.
Film ‘Dark Night’ ini merupakan film Batman pertama yang tidak menggunakan title ‘Batman’ dalam judul film dan pada penayangan perdananya berhasil memecahkan box office, mengalahkan Pirates of the Carribean : Dead Man chest and Spiderman 3. Ratingnya sendiri mencapai 95 dari 100. Viral marketing dan trailer filmnya sudah diluncurkan sejak awal tahun 2008. Hmm … tapi kok aku gak pernah tau/ terima ya, mungkin promosinya hanya di US aja kali ya?
Ceritanya tetap tentang Batman yang berusaha menegakkan kebenaran di Gotham City dengan menghadapi salah satu musuh bebuyutannya, Joker. Nah, uniknya menurutku dalam film Dark Night ini karakter yang sangat kuat ada pada Joker. Hal ini tentunya tidak lepas dari peran Heath Ledger yang memainkannya dengan sangat baik. Bagaimana tidak, Heath Ledger menghabiskan waktunya satu bulan penuh dengan tidak keluar kamar hanya untuk mendalami karakter Joker ini. Dan hasilnya memang sangat memuaskan, semua pemain setuju bahwa Heath Ledger layak untuk mendapatkan Oscar. Adegan favoritku adalah pada saat Joker berdiri di depan rumah sakit dengan pakaian seragam suster, sedang berusaha untuk meledakkan rumah sakit dengan bom yang sudah disiapkan di berbagai ruangan. Wah, keren banget deh pokoknya, kelihatan pshyco abis. He’s so in to it. Sayangnya, Heath Ledger meninggal karena over dosis, gosipnya sih karena dia mengidap insomnia dan masih belum bisa lepas dari pengkarakteran Joker. Hiks, kasihan …
Overall review, two thumbs up buat scriptwriternya. Plotnya keren, membuat aku berpikir saat menontonnya, berusaha menggabungkan adegan-adegan yang berloncatan. Nice nice nice! Ini film pertama dalam rangkaian film summer tahun ini yang membuat aku benar-benar puas saat keluar dari bioskop. All was perfect : the scenario, the scenes, the actors, the character and almot everything.
Tagline keren yang ada pada film ini :
- Why So Serious?
- Welcome to a world without rules.
- Out of the darkness, comes the Knight.
- Can you avenge evil and not become it?








Movie : The Mummy – Tomb of the Dragon Emperor
Tags: comment, emperor, film, movie, review, The Mummy, Tomb of the Dragon Emperor
Dilihat dari list cast nya, yang tergambar adalah film ini pasti bagus karena berisi pemain-pemain senior yang aktingnya pasti sudah tidak diragukan, misalnya saja : Jet Li dan Michelle Yeoh. Dan kalau dilihat dari thrillernya juga oke.
Pas sudah selesai nonton, ternyata kok tidak seperti yang aku bayangkan ya? It was a plain movie i think. Apa mungkin karena film terakhir (Red = Dark Night) yang aku tonton terlalu ‘berat’ ya?
Dilihat dari segi cerita, ide kelihatan banget diambil dari penemuan Terracotta Army (ribuan patung yang ditemukan di dekat makam kaisar pertama dinasti Qin di daratan Cina). Tetapi sepertinya ceritanya masih terlalu rough dan kurang detail. Karakterisasinya juga tidak terlalu mendalam. Hmm … not much good things to share except the excitement of seeing the next Mummy movie.
Plot of the Story:
Jet Li, berperan sebagai the Dragon Emperor, adalah seorang emperor sakti yang berusaha menguasai kematian dengan meminta tolong seorang penyihir yang bernama Zi Yuan (diperankan oleh Michelle Yeoh) dan General Ming, jenderal kepercayaannya, untuk mencari scroll yang berisi mantra menuju immortality. Walaupun sang Emperor sudah bertitah kepada General Ming agar tidak seorangpun menyentuh penyihir cantik itu, tetapi ternyata keduanya malah saling jatuh cinta. Dan sebagai hukumannya, sang Emperor membunuh General Ming dihadapan Zi Yuan. Sang penyihirpun mengutuk tindakan Emperor dengan membuat dia menjadi patung bersama dengan ribuan pasukannya.
Tahun 1947, Alex seorang anak adventurer Rick O’Connell berhasil menemukan makam sang Emperor dan secara tidak sengaja membangkitkannya kembali. Dengan bantuan Lin, penjaga makam Emperor, Alex bersama orang tuanya kemudian menyusuri Himalaya untuk menghambat jalan sang Emperor mendapatkan kekuatan immortality.