05
Jul
07

ternyata angkuh… (Sebuah Renungan dari Nuril Mahmudi)

adalah suatu keangkuhan bagi manusia yang selalu percaya pada kemampuan dan akalnya sendiri, percaya pada semua yang direncanakannya tanpa melibatkan Allah SWT dalam ikhtiarnya.

adalah keangkuhan bagi manusia yang tidak mau mengakui kelemahan-kelemahannya, selalu memaksakan keberhasilan pada setiap yang dilakukannya tanpa melibatkan Allah SWT dalam setiap prosesnya. 

adalah keangkuhan bagi manusia yang tidak bisa menerima kenyataan hidup, memaksakan sesuatu berjalan sesuai kehendak sendiri tanpa percaya qadha dan qadar dari Allah SWT.

adalah keangkuhan bagi manusia bila menyakini bahwa dia sempurna adanya, tak pernah salah atau merasa paling unggul diantara yang lain.

adalah keangkuhan bagi manusia yang selalu memaksakan perhitungan matematis atas hidupnya. jika a maka b, jika x maka y… dst

disadari atau tidak, selalu ada faktor x dalam setiap kejadian – faktor yang hanya ditentukan oleh Allah SWT.

manusia wajib berusaha, sedangkan hasil akhir adalah hak mutlak yang ditentukan Allah SWT. menjadi ikhlas menerima kehendak Allah memang sulit. berat! menerima kenyataan hidup yang pahit juga tidak mudah. kesabaran menjadi hal yang mahal, namun sangat tak ternilai harganya. janganlah berhenti berikhtiar, namun jangan lupakan Allah dalam setiap proses meraih impian, selanjutnya biarkan hasil akhir – apapun itu – hanya Allah yang tentukan, dan kita ikhlas menerima apa adanya. manusia didesain sebagai mahluk yang secara fitrah mempunyai kelemahan dan selalu mencari sandaran transendental – apapun bentuknya. seberat apapun hidup yang kita lalui, hanya kepada Allah-lah tempat terbaik berserah diri, mengembalikan segalanya kepada sang pencipta adalah lebih bijak dibanding memaksakan keadaan yang ada. subhanAllah, Allah tak akan membebani kita dengan masalah yang tak akan bisa kita tangani. Allah selalu mempunyai rencana-rencana indah buat kita – meski terkadang terasa pahit –  dan dengan rencana-rencana tsb Allah mempunyai tujuan yang terkadang tidak kita pahami saat itu, namun dapat kita pahami sesudahnya. thing happens for a reason . tidak semua yang menurut kita indah adalah terbaik buat kita. yakinlah bahwa setelah kesulitan akan ada kemudahan dari Allah SWT. hanya Allah yang maha mengetahui berapa jumlah tetesan air hujan yang mengalir dan jatuhnya embun-embun di esok hari. Maha suci Allah yang mempunyai pengetahuan yang luas tanpa batas dan Maha kaya.

semoga dalam setiap nafas kita mulai hari ini selalu ada Allah didalamnya. bebaskan jiwa dari belenggu semu yang kita ciptakan sendiri. yuk belajar ikhlaskan diri menerima kehadiran, cinta dan ketentuan Allah SWT. sepahit apapun hidup yang kita jalani, sekompleks apapun masalah yang kita hadapi, hanya Allah-lah tempat kembali yang terbaik. 

tebet, 04.07.07 

wassalam

 

nuriel

arrogance leads to sorrow

Advertisements

1 Response to “ternyata angkuh… (Sebuah Renungan dari Nuril Mahmudi)”


  1. 1 rkukaudya
    June 25, 2009 at 12:02 am

    salam

    sebuah perenungan yang tepat. leh izinkan sy copy?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: