06
Dec
07

Menyambut Idul Adha 2007 Masehi

eid-adha1.jpgTidak kurang dari dua minggu lagi Idul Adha tahun ini akan segera datang. Dan ini akan menjadi Lebaran Haji ke 5 aku di Jakarta. Sepertinya waktu memang berlari … Hmm .. mengantisipasi suasana lebaran beberapa bulan yang lalu yang sangat hambar, akhirnya aku memutuskan untuk menghidupkan semangat itu sendiri dan dimulai dari diri sendiri. Karena kalau di tengok lebih dalam lagi, rasanya sang setan telah berhasil membolak-balik hati ku akhir-akhir ini. Aaaah, gagal deh usaha mengumpulkan amalan. So …, gimana kalau kita mengulang pelajaran Agama saat kita masih sekolah dulu. Hehehe, kok kayaknya lebih pinter anak SD ya daripada aku sekarang.

Semua pasti sudah tau kalau Idul Adha diperingati sebagai peristiwa kurban, yaitu pada saat Nabi Ibrahim AS bersedia mengorbankan putranya Ismail yang sangat disayanginya itu untuk Allah yang pada akhirnya Allah menggantikan putranya itu dengan domba. Qurban sendiri berasal dari bahasa Arab yang bermakna qurbah atau mendekatkan diri kepada Allah. So, dah sangat jelas kan maksudnya apa. Nah, bukan ceritanya saja donk yang sebaiknya bisa kita ingat tetapi juga makna utama didalamnya.

Salah satu makna utama yang bisa ambil dari kesediaan untuk berkorban disini mustinya bisa kita jadikan sebagai inspirasi agar kita bisa saling berbagi dan saling menolong dengan sesama umat manusia. Berikut ada sedikit kutipan dari salah satu Kiai :
Kita perlu menegaskan bahwa ritual-ritual keagamaan selalu mempunyai dua dimensi. Dimensi keyakinan atau keimanan kepada Tuhan, dan dimensi sosial-kemasyarakatan. Hal ini dikarenakan agama memang diperuntukkan bagi manusia dan untuk memperbaiki tatanan sosial kemanusiaan.

Hari raya Idul Adha dan peristiwa qurban tidak hanya dimaknai sebagai wujud kepasrahan Nabi Ibrahim yang total kepada Tuhan. Keduanya juga mempunyai makna pembebasan manusia dan nilai-nilai kemanusiaan dari kesemena-menaan manusia atas lainnya. Ketika Tuhan mengganti Ismail dengan seekor domba, tersirat pesan yang ingin memaklumkan manusia agar tidak lagi menginjak-injak manusia lain dan harkat kemanusiaannya.

Hehehe, mulai serius neh kayaknya pembahasannya. Intinya hanyalah kita musti selalu harus menjaga hubungan kita ke berbagai arah : hubungan ke atas yaitu dengan Allah dan juga hubungan kesamping yaitu dengan sesama manusia.

Hal lain yang sangat erat hubungannya dengan Idul Adha adalah ibadah haji. Masih ingat kan kenapa Idul Adha juga disebut sebagai Lebaran Haji? Idul Adha dilakukan sehari setelah pelaksanaan puncak ibadah haji, Wukuf Arafah. Dan bagi yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji, disunnahkan untuk melakukan shalat Ied. Hmm, semoga shalat ied kali ini tidak telat seperti shalat Idul Fitri kemarin …

Jadi kesimpulannya langkah konkrit apa yang bisa dilakukan untuk menyambut Idul Adha? Pertama mungkin kembali ke rukun islam saja, apakah shalatnya dah 5 waktu (hiks, subuh hampir selalu kelewat, ashar n maghrib sering kelewat kalo weekend), apakah zakat nya sudah dibayar semua (zakat fitrah sih gak pernah kelewat, tapi kayaknya dah waktunya untuk zakat maal dan profesi deh), terus masalah puasa (puasa ramadhan masih ada utang 8 hari, hiks. dan puasa senin-kamis nya sekarang agak longgar). Hmm, apa lagi ya. Mulai baca Al-Quran lagi donk …(dulu minim habis maghriban 1-2 halaman, sekarang jarang banget). Ehm, kayaknya banyak juga yang bisa dilakukan. So, tunggu apa lagi? Let’s do it!!!

Advertisements

0 Responses to “Menyambut Idul Adha 2007 Masehi”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: