03
Jan
08

New Year’s Eve 2008 on Ayer Island

logo_ayer.gifI think I’ve just got a great holiday until I thought i was dreaming. Yup, a New Year’s Eve 2008 on Ayer Island. Sekali lagi ‘AYER’ not ‘aNyer”, pulau Ayer bukan pantai Anyer. Ayer adalah salah satu pulau dalam gugusan kepulauan Seribu yang ada di Jakarta. Sebuah pulau kecil cantik yang telah membuat mimpiku menjadi kenyataan.

Dari dahulu aku selalu menyukai pantai, walaupun aku takut air, tetapi kecintaan ku pada pantai sangat mendalam. Pantai, pasir, dan ombak, sungguh sebuah tempat indah yang akan mengingatkan betapa kecilnya kita sebagai manusia di dalam alam dunia ini. Dan aku selalu ingin melewatkan waktu di pinggir pantai dan mendengarkan debur ombak laut. So, sangat tidak berlebihan kalau aku bilang bahwa melewatkan beberapa hari di Pulau Ayer adalah seperti mimpi yang menjadi kenyataan.

imag0240.jpgPerjalanan ke pulau cantik ini dimulai dari pintu dermaga 16 di Ancol. Dari dermaga inilah, aku menaiki speed boat dan melewatkan perjalanan 30 menit yang sangat menegangkan. Bagaimana tidak menegangkan kalau aku seperti naik Kora-Kora yang kayaknya tidak kunjung berhenti. Speed boat melaju menerjang ombak teluk jakarta yang sedang cukup tinggi dan membuat kami terguncang-guncang. Saat paling mendebarkan adalah pada saat bapak sopir mematikan mesin dan perahu akan terguncang menembus ombak. Waah, pokoknya serem bgt dan aku sesekali melirik jam tangan untuk memastikan berapa lama lagi aku musti mengalami hal ini.

Ketakutanku terbayar saat aku mulai menjejakkan kaki di dermaga pulau. Deru ombak yang kuat dan kelapa yang melambai menyambutku. Dengan masih kegemetaran aku menuju ke Front Office dan sangat berterimakasih karena disana aku menerima Welcoming Drink. Dalam kondisi yang traumatis seperti itu, meminum air adalah hal yang sangat melegakan. Setelah mengurusi beberapa masalah administratif, akhirnya aku menuju ke floating cottageku.

Serui 13, itu nama cottageku. Hmm, sebetulnya bukan dalam cottage ini aku didaftarkan. Tetapi karena untuk memasuki cottage Serui 01 (yang sudah di booking atas namaku), masih harus menunggu lebih dari dua jam lagi, maka akhirnya tawaran untuk menempati cottage lain pun diterima.

Setelah unpacking, akhirnya aku memutuskan untuk makan siang di restaurant. Tadi pagi aku memang tidak sempat sarapan, jadi wajar saja kalau jam setengah satu perutku sudah berteriak-teriak pengen diisi. Restaurant tampak cukup ramai sampai cukup susah untuk menemukan tempat duduk. Setelah aku menyerahkan kupon makan, aku segera menuju deretan makanan yang ada. Beragam makanan disajikan dan rasanya cukup enak (bila dibandingkan dengan resto jakarta yang kadang hambar dan mahal). Favoritku adalah cumi bakar dan puyunghai. Cumi nya sangat besar dan empuk, mungkin karena musim ini sedang musim cumi-cumi (room boy yang mengantarkan tas ku tadi sempat mengiformasikan hal ini)

imag0296.jpgSore pertama ini aku lewatkan dengan berkeliling pulau dan berfoto-foto ria. Pulau ini ternyata terbagi menjadi beberapa area dan mempunyai beragam fasilitas yang semuanya terawat dengan baik. Sisi dekat dermaga dan front office adalah area yang berdekatan dengan cottages untuk para pengunjung, sedangkan di sisi lain adalah area para pekerja dan beberapa fasilitas seperti lapangan basket, voli, ruang serba guna, etc. Sayangnya pulau ini tidak mempunyai pantai yang landai untuk bermain main air dan pasir dengan puas. Pulau ini langsung berbatasan dengan laut yang membawa beberapa limbah dari Jakarta.

Setelah lelah berkeliling, aku kembali ke cottages untuk mandi dan bersiap-siap untuk acara Gala Dinner. Jam 7 lebih sedikit, aku sudah kembali menuju restaurant. Makanan dari berbagai belahan dunia sudah menunggu dengan lezatnya. Ada meja makanan Eropa (berisi berbagai pasta mulai dari Spaghetti, Lasagna, ada juga Chicken Cordon Blue), ada juga meja makanan Asia (kambing guling, sate ayam, ikan bakar, etc), dan ada juga Sup Corner yang sampai sekarang aku sesali karena aku tidak sempat mencicipi sop buntut-nya. Buah-buahan dan cocktail juga dihidangkan sebagai dessert. Makan malam kali ini sangat memuaskan dan rasanya juga gak kalah enak sampai membuat aku kekenyangan.

Untungnya aku sudah di dalam cottage saat hujan deras mengguyur pulau. Aku sempat agak cemas karena suaranya yang menakutkan. Suara angin dan hujan ditambah deru ombak bukan hal yang menyenangkan (apalagi dengan pikiran tsunami yang bisa saja datang). Wahh, bagaimana dengan acara New Year yang akan diadakan di panggung Ojar ya? Lokasi acara itu outdoor, so pastinya hujan akan sangat mempengaruhi jalannya acara.

imag0397.jpgHampir jam 11 malam, akhirnya hujan reda dan aku memutuskan untuk menuju ke lokasi acara. Tidak terdengar suara apapun (sorenya aku sempat mendengar acara gladi bersih yang cukup keras) dan hal itu membuatku bertanya-tanya apakah acara sudah selesai atau malah tidak jadi dimulai. Aku bertanya pada front office dan ternyata acara dipindahkan ke restaurant yang tak jauh dari lokasi seyogyanya acara berlangsung. Acara live music dan game dimulai tak lama setelah aku duduk di kursi pojokan. Lucunya, walaupun sudah duduk di pojokan ternyata tak menghalangi panitia acara untuk memilihku dan my beloved untuk dinobatkan sebagai Best Dress Male dan Female untuk malam itu. Wahhh, ini sangat mengejutkan. Teringat saat MC berkata sebelum dia mengumumkan pemenangnya, bahwa penghargaan ini bukan dari baju yang mewah tetapi baju yang cocok dan juga unik. Huh? Unik dan cocok ya? Padahal saat itu cuma memakai jaket biruku, celana 3/4, dan baju coklat hadiah ultahku ke 26 yang cuma tampak renda putihnya karena tertutup jaket yang aku kancingkan sampai ke atas. My beloved juga memakai kostum sehari-hari dia, sweater hijau dan celana speedo warna biru. Hehehe … kayaknya lebih reasonable klo kita dipilih karena keunikan nya.

Jam 12 tepat, toast with my beloved setelah bersama-sama pengunjung melakukan counting down. Walau kita tidak mendapatkan terompet dan topi balon (hiks, padahal pengen), tetapi pesta kembang api selama 30 menit cukup membuat meriah perayaan tahun baru ini. Untungnya cuaca masih berkenan untuk membuat kita menyaksikan kembang api beraneka warna. Saat aku melihat kota Jakarta di kejauhan, tampak pula kembang api di berbagai sudut.Sungguh pemandangan yang sangat bagus, melihat percikan kembang api diatas kilauan lampu gedung-gedung bertingkat.

imag0358.jpgKeesokan paginya, setelah sarapan aku melewatkan waktu dengan berenang dan berjemur di pinggir kolam. Disusul dengan makan dan tidur siang. wah … liburan memang menyenangkan. Sore harinya, aku berusaha menunggu sunset dengan membaca buku di ayunan dekat kolam renang, sayangnya awan menutupi matahari sampai aku tidak bisa melihat sunset yang aku tunggu. Sehabis makan malam, aku menghabiskan hari dengan menonton TV sampai tertidur.

Tidak terasa sudah hari ketiga dan terakhir … rasanya masih belum pengen balik ke Jakarta (apalagi dengan mengingat kerjaan yang bejibun sudah menunggu). Walaupun jadwal boat ternyata jam 4 sore, pagi setelah sarapan aku sudah bersiap-siap untuk ber-packing. Lebih baik packing sejak awal daripada terburu-buru trus ada yang ketinggalan. Setelah hampir semua barang selesai dipacking, aku menunggu waktu check-out dengan tidur siang.

Tak lama setelah aku menyelesaikan makan siang, front office menelepon untuk menanyakan apakah ada yang bisa dibantu. Jam 3 kurang beberapa menit, office boy sudah datang untuk membawa tas yang akan dimasukkan ke bagasi.

Dan jam 4 kurang 20 menit, akhirnya aku kembali duduk di speed boat. Kembali ke Jakarta. Kembali ke reality kehidupan. Hanya 15 menit perjalanan dari pulau Ayer ke Dermaga 16 Ancol. Perjalanan sangat berbeda dari keberangkatan ku kemarin. Beberapa penumpang mengatakan kalau sekarang waktunya kita mengikuti ombak, so perahu akan melaju dengan mulus. Walaupun begitu, sempat juga kuatir saat perahu berhenti selama beberapa menit karena (kata my beloved) baling-baling kapal yang tersangkut sampah.

So, here it is my vacation. Pada detik dimana kaki sudah menginjak kota Jakarta, pada saat itu pulalah aku harus kembali berkutat dengan segala rutinitasku. Secercah harapan muncul, semoga dengan vacation ini dapat membawa aku lebih excited dalam bekerja and also really hope that I can have another great vacation like this.

Advertisements

1 Response to “New Year’s Eve 2008 on Ayer Island”


  1. January 6, 2008 at 11:51 am

    hhhmmm…. jadi ngiri neh…. amazing journey! dapet info ga, selain musim cumi2 disana ada musim apa lagi? musim kepiting, musim bawal ato musim ikan cucut? pasang dong foto2nya biar lebih lengkap 😉


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: