22
Apr
08

Book : Prince Caspian

PrinceCaspian

Seperti biasanya, apabila ada film baru yang ceritanya diadaptasi dari novel, aku selalu ingin membaca bukunya terlebih dahulu sebelum menonton film nya. Alasannya simple, pasti kita akan memperoleh detail yang lebih banyak dalam buku apabila dibandingkan dengan filmnya. Demikian juga saat aku tau bahwa sekuel Narnia yang kedua berjudul ‘Prince Caspian’ akan ditayangkan pada tanggal 16 Mei 2008, dari bulan kemarin aku berusaha mencari bukunya baik itu di toko buku online maupun offline (Gramedia, Kinokuya) dan baru menemukannya minggu kemarin. Entah kenapa sebelumnya semua stock buku ini sedang kosong.

Cerita dimulai pada saat Peter, Susan, Edmund, dan Lucy tiba-tiba tertarik ke sebuah pulau yang ternyata berisi reruntuhan istana tempat mereka berkuasa beberapa tahun yang lalu. Mereka sama sekali tidak menyangka bahwa satu tahun meninggalkan Narnia sama dengan 1300 tahun berlalu dan sudah banyak yang berubah di Narnia. Masa mereka berkuasa telah dianggap sebagai zaman keemasan dan sekarang Narnia telah dikuasai oleh suku Telmarine yang berhasil menaklukkan Narnia dan membuatnya menjadi negara tanpa sihir. Tidak ada lagi pohon berjalan, dwarf, dan beragam mahluk Narnia yang unik. Kisah-kisah tentang Aslan dan beragam sihir telah dilarang untuk diceritakan dalam sejarah Narnia dan dianggap hanya dongeng omong kosong belaka. Narnia telah menjadi sebuah negara ‘normal’. Walaupun begitu ternyata masih banyak dwarf dan binatang yang bisa berbicara yang bersembunyi di hutan. Mereka berusaha bertahan hidup dan menyembunyikan diri dari pemerintahan baru Narnia yang selalu berusaha mengejar dan membunuh para dwarf.

Ternyata kekuasaan raja Mizan, raja Narnia yang sekarang berkuasa, juga bukanlah raja yang berwenang. Dia telah membunuh raja sebelumnya dan menyekap anak raja. Akhirnya sang pangeran berhasil melarikan diri atas bantuan gurunya yang ternyata adalah keturunan dwarf. Dengan kekuatan sihir yang ada pada terompet pemberian sang guru, Pangeran Caspian berhasil memanggil kembali Aslan dan keempat anak Adam (Peter, Susan, Edmund, dan Lucy). Mereka saling membantu berusaha mendapatkan kembali kekuasaan Pangeran Caspian dan menjadikan Narnia kembali menjadi negara yang makmur dan damai bagi semua mahluk.

Tema cerita dalam buku ini sebetulnya sudah sangat umum dalam dunia dongeng, tetapi herannya aku tetap merasa penasaran saat membacanya. Ada sih beberapa bagian bab yang membuat aku bosan karena terlalu banyak detail dan percakapan, tetapi aku tetap merasa buku ini menarik dan sangat cocok bagi anak-anak. Rasanya sudah tidak sabar menunggu filmnya diputar. Melihat trailer nya di YouTube malah membuat aku semakin penasaran. Untuk sementara aku harus puas dengan beragam trailer dan informasi yang disajikan dalam offical websitenya. Walaupun websitenya masih belum lengkap 100% (ada beberapa menu yang masih ‘Coming Soon’), tapi minimal sudah bisa memberikan sedikit bayangan tentang filmnya. Well, kita tunggu aja filmnya diputar beberapa minggu lagi yaaa ….

 

Advertisements

0 Responses to “Book : Prince Caspian”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: