18
May
08

Movie : The Chronicles of Narnia – Prince Caspian

caspian

Film ini termasuk film yang sangat aku tunggu, karena selain aku sudah membaca bukunya, aku juga penasaran apakah filmnya akan sebagus film sebelumnya (Red : The Chronicles of Narnia: The Lion, the Witch and the Wardrobe). Film ini diputar serentak worldwide pada tanggal 16 Mei 2008. Dari trailernya sih kelihatannya lumayan keren. Dan seperti rencana sebelumnya, aku dan Jeff akhirnya menontonnya pada hari Sabtu di Hollywood KC.

Cerita dibuka dengan lahirnya seorang bayi laki-laki yang merupakan anak dari Miraz. Prince Caspian yang masih terlelap dalam tidurnya kemudian dibangunkan oleh gurunya untuk segera kabur menyelamatkan diri. Hmm, tampaknya hal ini merupakan perbedaan pertama yang dapat aku lihat antara alur cerita dalam buku dan film. Setelah itu digambarkan bagaimana Prince Caspian berusaha untuk lari dari kejaran prajurit kerajaan dan akhirnya bertemu dengan Narnian. Pada saat terjepit, Prince Caspian meniupkan terompet yang termyata memanggil raja dan ratu Narnia jaman dulu. Scene berganti dengan setting lorong kereta api bawah tanah kota London yang membawa Peter, Susan, Edmund, dan Lucy kembali ke Narnia. Dari sinilah petualangan dimulai, mereka berempat bekerja sama dengan Prince Caspian kemudian mengalami perang demi perang untuk memperebutkan Narnia.

Seperti film adaptasi pada umumnya, pastinya akan ada perbedaan antara alur cerita dalam buku dan dalam film. Tetapi ada beberapa hal yang sangat berbeda yang mungkin hal ini dibuat dalam rangka membuat alur cerita dalam film lebih menarik. Perbedaan pertama: entah kenapa dalam film tidak ada intro sama sekali tentang cerita sebelumnya, padahal dalam bukunya terdapat satu paragraf intro yang membahas petualangan Peter, Susan, Edmund, dan Lucy dalam The Lion, the Witch and the Wardrobe.  Perbedaan kedua dan sangat langsung kelihatan adalah awal dari cerita, dalam film dibuka dengan cerita tentang Prince Caspian terlebih dahulu, sedangkan di buku justru sebaliknya, cerita dimulai dengan kehidupan Peter, Susan, Edmund, dan Lucy.

Selain itu didalam buku tidak ada yang namanya unsur romance sama sekali, semua benar-benar pure kisah petualangan dan dunia imajinasi. Tetapi ternyata dalam film, kita bisa melihat bagaimana bibit-bibit spark perasaan yang terjadi antara Prince Caspian dan Susan yang diakhiri dengan adanya adegan kissing between them. Hmm … kok aku rasanya kurang sreg ya lihatnya. 

But overall, I think I like this film much dan aku mau menontonnya kembali (asalkan tempat duduknya di tengah dan tidak bikin leher pegel). Film ini bisa mewujudkan imaginasiku tentang musang yang berbicara, manusia kerdil dan juga tikus prajurit kecil, si Reepicheep. Jadi gak sabar menunggu filmnya yang ketiga … 

Advertisements

3 Responses to “Movie : The Chronicles of Narnia – Prince Caspian”


  1. May 19, 2008 at 11:53 am

    Seru niih filmnya, jadi pingin nonton.
    If you don’t mind please open my mail, I send it in gmail. sorry

  2. May 21, 2008 at 10:10 pm

    halo salam kenal ! aku juga gak sabar nunggu film narnia ke-3
    kayaknya U rajin nonton nih!

  3. May 22, 2008 at 10:17 am

    Hi qaury, salam kenal juga. Yup … aku suka sekali nonton, bisa bikin pikiran kita lebih seger soalnya 🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: