21
May
08

Tour de TMII

Setelah berputar-putar beresin kerjaan Jeff, akhirnya jadi juga aku ke Taman Mini, yaa … walaupun cuma setengah hari dan hanya berkunjung ke beberapa tempat, tetapi cukup puas karena ngelihatnya sangat detail dan dapet banyak foto bagus dan juga gila (thanks to Nanus and Dimas). 

Setelah membayar tiket masuk sebesar sembilan ribu rupiah per orang kita menuju ke Taman Akuarium Air Tawar. Well, sebetulnya yang ngebet pengen kesini sih Nanus, hanya karena dia bilang dia Pisces dan he loves water and fish. Hmm … kayaknya dia musti diajak ke Sea World 🙂 Tema yang diambil dalam taman ini adalah “Indonesia dan Dunia Air Tawar” dan di sini tentu saja kita dapat menemukan berbagai ikan air tawar dari berbagai daerah setelah membayar tiket masuk sebesar sepuluh ribu rupiah.
 

Salah satu jenis ikan gede yang unik ….

Setelah lunch di pinggiran depan Akuarium, kita melanjutkan perjalanan ke Museum Serangga. Untuk masuk kesini, tiketnya sudah included dengan tiket untuk Akuarium Air Tawar. Temanya kali ini adalah “Keanekaragaman serangga Indonesia”. Ada banyak sekali serangga yang dipamerkan mulai kupu-kupu berwarna-warni yang sangat indah sampai kecoa yang bikin jijik ngelihatnya.


Hmm … katanya sih cowok-cowok ini sedang foto buat cover album

Karena bingung gak tau mo kemana lagi, akhirnya kita menuju ke bagian kiri dari Akuarium dan kita menuju ke Museum Asmat. Disini kita musti bayar empat ribu rupiah per orang. Dalam museum ini kita dapat melihat hasil kerajinan dan karya seni suku Asmat. Hmm, agak serem sebetulnya dalam gedung. Kalau kata orang jawa ‘singup’. Yahh, gimana gak singup kalau ada sepasang tengkorak suami-istri yang mati jaman dulu pada saat perang antar suku. Hiii ….


Suasana dalam Museum Asmat

Bonus tiket Museum Asmat adalah Taman Bunga. Aku sempat berusaha mencari-cari dimanakah Taman Bunga itu berada. Ternyata … taman bunga itu sudah ada disekitarku karena Museum Asmat ternyata dibangun di areal Taman Bunga Keong Mas. Dalam taman ini, berbagai tanaman hias dan bermacam jenis bunga disusun dengan indah dan dibuat berdasarkan cerita legenda Raden Panji dan Dewi Sekartaji atau yang lebih kita kenal dengan legenda Keong Mas.


Nice garden, isnt it?

Tak jauh dari Taman Bunga ini, tepatnya di seberang jalan terdapat Anjungan Jawa Tengah. Di dalam anjungan ini ada tiga replika candi yang dipamerkan, yaitu replika candi Borobudur, candi Prambanan, dan candi Mendut. Selain itu ada juga sebuah panggung terbuka yang rupanya sering digunakan untuk pentas kesenian. Di dalam joglo selain ada satu set gending, ada juga jejeran boneka yang berbaju daerah. Hmm, sempat merinding juga ngelihat jejeran boneka-boneka ini. Sekali lagi kelihatan singup 😦


Nice replica of Candi Mendut

Next destination adalah Museum Keprajuritan. Gedungnya lumayan unik karena merupakan benteng bersegi lima. Sayangnya danaunya sudah tidak ada airnya, jadinya perahu-perahu yang ada disana seperti sedang kandas di daratan. Isi dari museum ini adalah diorama perjuangan perang kemerdekaan dan berbagai patung prajurit dari suku-suku yang ada di Indonesia dengan masing-masing pakaian adatnya. Tell you the truth, museum ini lebih dan amat sangat singup dibandingkan musium Asmat dan Anjungan Jateng. Hiii … gak kebayang kalau aku sendirian di sana ditengah jejeran patung -patung itu …. Sereeeem …


Dua perahu yang sedang terdampar …

Tujuan terakhir adalah Anjungan Jawa Timur. Kalau menurut jadwal yang aku baca di website sih mustinya akan ada pagelaran kesenian kabupaten Malang. Tapi kok pas disana sudah gak ada ya? Apa udah kelar atau gak jadi ya?? Gak jelas deh kenapa. Di dalam anjungan ini ada replika candi Penataran, tugu kota Malang (jadi pengen pulang) dan berbagai macam replika patung kesenian topeng dan karapan sapi.


Bagian depan anjungan Jatim bikin aku serasa di depan kantor kecamatan Malang 🙂

Dan karena waktu sudah menunjukkan jam 5 lebih, rencana untuk naik cable car terpaksa ditunda dan kita mengakhiri perjalanan dengan duduk-duduk di tepi danau yang tengahnya ada pulau-pulau kecil replika kepulauan Indonesia sambil menunggu pesanan mie instan Jeff yang lamaaaaa banget.

Waaah, gak sabar pengen segera nyampe kostan, mandi (badan rasanya lengket banget) dan mengistirahatkan kaki yang pegel-pegel karena we are keep walking dari jam setengah satu sampai jam lima. Kebayang kan ‘nyut-nyut’-nya … Hmm … sebetulnya sih aku gak gitu masalah karena cewek kan dah biasa window shopping berjam-jam. Tapi kayaknya cowok-cowok itu bakalan capek banget dehh … Iya gak?

 

Advertisements

4 Responses to “Tour de TMII”


  1. May 23, 2008 at 1:43 pm

    Itu foto kebelet nya orang2x koq gak ditampilin ya….

  2. 2 rahmatrahman
    September 10, 2008 at 10:05 am

    maknyus

  3. 3 ADAM HOLIC
    September 21, 2009 at 8:11 pm

    aq Pgemar ikan cupang,slam knal buat smua cupang mania….

  4. 4 Berak Mencret
    September 20, 2010 at 8:05 pm

    AKU BERAK MENCRET PAS LAGI DI TMII ITU PENGALAMAN BGT PARAH MANA TOKAY NYA BAU LAGI GA LAGI DEH KE SITU!!!
    NGERI BERAK MENCRET LAGI!!!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: