28
May
08

Kerjaanmu apa sih, Ris?

Bahkan ortu ku juga masih bingung aku kerjanya apaan. Soalnya jawabannya emang pendek. Jadi ‘PM’. Nah lho, apa itu ‘PM’? Is that somekind of new species? Well, as a matter a fact. IT IS. Kan emang bisnis internet dan website baru berkembang beberapa tahun ini. Let’s say mungkin baru 10 tahun umurnya di Indonesia.

Balik lagi, emang PM itu ngapain sih? Hmm, PM itu singkatan dari Project Manager atau bisa juga Project Coordinator. Keren kan kelihatannya …, kelihatannya doank tapi. Soalnya jadi PM itu adalah siap dihimpit sana sini karena kita akan selalu jadi victim dari berbagai pihak. Karena PM berada di tengah-tengah semuanya : antara team produksi dan client, antara top management dan staff, antara developer dan designer, antara tega dan gak tega, antara iya dan enggak, pokoknya semuanya antara ini dan itu.

PM bertanggung jawab atas semua proses dari awal sampai akhir. Dari mulai kita dapet order dari client (baik itu masih mau pitching atau dah submitted) sampai website itu launching. Malahan kalau project itu punya kontrak maintenance, ya nasib PM juga buat tanggung jawab website itu harus berjalan dengan baik dan sempurna.

Hal pertama banget yang musti dikerjain PM adalah membaca spesifikasi dan detail. And tell you what, this reading is no much fun. Musti teliti seteliti-telitinya, karena meleset dikit saja maka nyawa kita yang dipertaruhkan. Detail yang biasanya musti PM analisa adalah:

  • Timeline (tight or loose deadline)
    Biasanya tight deadline itu karena dari client sudah ada tanggal yang jelas dia harus launching kapan. Nah, PM musti pinter-pinter cari cara gimana caranya bikin milestone biar deadline nya kekejar. Trus kalau loose deadline, berarti dari kita bisa menawarkan waktu yang kita butuhkan untuk menyelesaikan project. Aku biasanya selalu menambahkan buffer, yaitu tambahan waktu buat kalau ada hal-hal yang tidak terprediksi. 
  • Resources yang dibutuhkan (developer, designer, flasher, atau copywriter)
    Tidak semua project membutuhkan full team, ada yang cuma butuh developer dan designer saja. Tapi kadang malah ada yang membutuhkan lebih dari dua developer karena spesifikasi yang banyak atau karena kejar target deadline 
  • Budget
    Hal ini berkaitan erat dengan resources dan waktu yang kita butuhkan. Semakin banyak man hour yang kita butuhkan maka budget juga akan semakin tinggi.
  • Spesifikasi
    Ini yang musti extra hati-hati. Kita musti menganalisa sebesar apa project yang akan PM handle. Apakah detail yang dibutuhkan oleh para developer dan designer sudah tercakup. Kalau infonya belum cukup, kewajiban PM untuk meminta data dan briefnya ke client. Sebelum semua jelas, amat sangat tidak disarankan untuk memberikan pekerjaan ke team, karena hal ini bisa membuat deadline kita molor.

Waah, banyak juga ya ternyata. Kerjaan baru dimulai aja dah segudang gitu. Tapi justru initial analisa seperti ini adalah saat yang sangat kritikal karena apabila dari fase persiapaan ini saja kita sudah menemukan formula yang tepat nantinya pada saat proses pengerjaan kita sudah tidak menemui banyak kesulitan.

Step selanjutnya, apabila client sudah menyetujui timeline dan spesifikasi yang ada, we move with the development phase. Pada fase ini tugas PM adalah mengontrol pekerjaan resource yang sudah kita assigned sebelumnya. Apakah developer sudah bekerja sesuai dengan spefisikasi mereka, apakah designer sudah bekerja sesuai dengan brief design dari client, apakah waktu pengerjaan sesuai dengan timeline. Selain mengontrol, PM juga wajib mengecek apakah hasil pekerjaan team sudah sesuai dengan keinginan client. PM harus juga berperan sebagai Quality Control, PM musti melakukan bugging error, test ini itu, ada dead link gak, tombol submit dah berjalan atau enggak, etc etc.

Apabila PM sudah yakin semuanya sudah lancar, tugas selanjutnya sudah menanti yaitu client presentation. Kalau PM meeting langsung dengan client, PM musti bisa memberikan presentasi yang membuat client yakin bahwa team sudah melakukan pekerjaannya dengan baik. Yah, kalau ada yang missed satu atau dua, PM juga musti bisa menjawab dan sedikit berdiplomasi bahwa semuanya masih under-control. Setelah mendapat review dari client, PM sekali lagi harus menjelaskan ke team produksi apa saja hal yang musti diberesin. Sampai akhirnya client memberikan final approval, ini berarti tugas PM sudah hampir selesai (pengecualian kalau masih ada masa maintenance). Persiapan launching juga musti diperhatikan, karena fase ini juga kadang ada banyak masalah yang timbul.

Nah, kurang lebih itu deh tugas seorang Risna eh, PM 🙂 Kalau ditanya, suka gak jadi PM. Hmm, suka dan enggak jawabannya. Hehehe ….

 

Advertisements

2 Responses to “Kerjaanmu apa sih, Ris?”


  1. May 30, 2008 at 12:40 pm

    Thanx, meski kita berbeda dalam profesi paling tidak saya faham bahwa dalam bekerja kita semua dihadapkan pada kejar target and diperlukan kesungguhan dan niat yang lurus serta mantap. Semoga kita menjadi orang-orang yang amanah. Sukses

  2. 2 silvia
    May 30, 2008 at 1:27 pm

    1000 kota tlah ku lewati,
    1000 gunung tlah ku daki,
    1000 samudra tlah ku arungi,
    akhirna ku labuhkan hatiku padamu tuk katakan….

    Chape DehH…!!!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: