31
May
08

The Fight

Setelah anak-anak Brownies berumur enam minggu, sudah saatnya aku memisahkan Kiki dan Koko karena mereka berdua sudah cukup dewasa, sudah tidak membutuhkan Brownies lagi dan malahan mereka berdua sekarang mempunyai potensi tinggi untuk menghamili Brownies. Yeah, dalam dunia hamster kan tidak mengenal incest dan semacamnya. Asalkan ada hamster jantan dan betina, gak tau itu mereka saudaraan atau orang tuanya, mereka bisa saja kemudian saling mating. Rencana awal sih aku akan membaginya menjadi kandang cowok dan kandang cewek. Brownies sama Alice dan Tammy. Trus Bo sama Kiki dan Koko. Kan pas banget tuh … masing-masing akan ada tiga hamster.


One cage for the girls, the other one is for the boys.

Tapi ternyata oh ternyata, Bo menjadi sangat tidak kooperatif sekali. Saat aku memasukkan Kiki dan Koko ke dalam kandang (sebelumnya aku sudah membersihkan kedua kandang mereka), Bo langsung pasang siaga satu dan tidak lama kemudian mereka sudah saling kejar mengejar satu sama lain. Tepatnya sih si Bo yang mengejar either Kiki atau Koko dan saling bertengkar. Pada jam-jam awal, aku selalu mengawasi mereka bertiga. Setelah beberapa lama, suasana sudah mulai terkendali, tidak terlihat mereka saling kejar-kejaran dan bertengkar.

Saat itulah aku akhirnya meninggalkan mereka dan melakukan kegiatan yang lain. Disaster dimulai saat beberapa jam kemudian aku melihat kandang para hamster cowok ini. Aku pikir semuanya baik-baik saja karena suasana memang tenang, tetapi tiba-tiba Jeff berteriak dan bilang kalau Kiki berdarah. Waaah, aku langsung panik dan segera memeriksanya. Dan ternyata Jeff memang benar, bagian leher kiri Kiki tampak terluka 😦 Bukannya berusaha menolong Kiki, aku malah menangis. Hiks, aku sedih karena pasti dia kesakitan karena lukanya berdarah dan tampak sangat merah. Jeff akhirnya meneteskan betadine dan memisahkannya dari Bo. Aku sangat marah banget dengan Bo dan aku menghukumnya dengan menaruhnya di kandang kecil dan membiarkan Kiki n Koko di kandang Habitrail yang selama ini dihuni oleh Bo. Ternyata Bo memang sudah sangat egois dan tidak mau lagi membagi teritorinya dengan hamster yang lain.


Bo sang terhukum

Hukuman buat Bo berlaku sampai aku sempat membeli kandang baru buat dia. Yah, walaupun aku marah dengan Bo tetapi aku tau kalau kandang kecil itu sangat tidak appropriate buat dia. Tapi karena hari sudah malam, maka Bo harus menunggu dengan sabar sampai aku bisa membeli kandang baru buat dia.

Advertisements

4 Responses to “The Fight”


  1. June 2, 2008 at 8:29 am

    susahnya ngerawat hamster, latihan sabar buat ntar kalo uda punya anak

  2. June 2, 2008 at 9:23 am

    Assalamu’alaikum Miss Risna, kalau ga sibuk dina bisa minta tolong ga, dina punya kesulitan bikin blog di wordpress, terutama mau upload foto, How ???? kalo ga keberatan. Okey Afwan ganggu. Wassalamualaikum, Thanx

  3. January 26, 2012 at 3:15 pm

    bagus skali kandang hamsternya bro…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: