11
Jun
08

Permen Narkoba – What’s behind it?

Menanggapi sebuah berita tentang anak-anak TK yang dirawat di rumah sakit setelah mengkonsumsi coklat yang ternyata di dalamnya berisi narkoba, aku dan beberapa teman sekantor ku yang sedang lunch mencoba mengalisa berbagai penyebab kenapa sampai ada orang-orang yang tega untuk memasarkan permen/ coklat narkoba tersebut kepada anak-anak yang masih kecil.

Alasan pertama adalah karena unsur ekonomi atau dengan kata lain uang. Mereka berusaha mencari keuntungan dengan menjual permen/ coklat tersebut. Diharapkan anak-anak akan ketagihan dan selalu ingin membeli permen tersebut sehingga mereka dapat meraup keuntungan yang besar. Alasan kedua karena adanya konspirasi penghancuran generasi muda Indonesia, sehingga tidak ada penerus bangsa yang dapat dihandalkan. Diharapkan setelah mereka mengkonsumsi narkoba ini, sedikit demi sedikit anak-anak itu akan semakin tidak sehat (baik fisik ataupun mental).

Sekarang mari kita analisa alasan pertama. Kalau kita bilang hanya mencari keuntungan, kayaknya juga hasilnya gak terlalu besar. Karena permen narkoba yang dijual tentunya mempunyai harga yang sama dengan permen-permen ‘biasa’, sedangkan sang penjual kan juga membutuhkan dana untuk membeli narkobanya. Nah, berarti penjual malah nombok donk, gak mungkin dapat untung. Walaupun mungkin sang penjual bisa mendapatkan harga permen yang lebih murah (karena belinya borongan), tetapi modalnya tetap saja melebihi harga jual. Mana ada orang jualan mo cari rugi?

Beralih ke alasan kedua, anak-anak TK adalah sebuah bibit muda yang sangat fresh yang semestinya ditempa dengan baik agar nantinya mereka bisa menjadi penerus cita-cita kita. Apabila sebuah negara tidak punya lagi penerus yang bisa dihandalkan, tentunya regenerasi akan terhenti dan akan membahayakan kelangsungan Indonesia. Negara kita akan menjadi lahan empuk bagi adanya penjajahan non fisik yang bertujuan untuk menguasai segala potensi SDA yang kita punya. Dengan adanya pengaruh narkoba ini, kesehatan mereka akan semakin menurun dan tidak diragukan lagi akan menjadi sangat fragile. Secara mental mereka pastinya akan tidak mempunyai semangat hidup yang jelas, dan secara fisik mereka akan menjadi ringkih karena reaksi bahan-bahan berbahaya di tubuh. Bagaimana mungkin kita akan mendapatkan seorang pemimpin yang kompeten 20 tahun kedepan kalau anak-anaknya sudah dicekoki oleh narkoba.

Nah, dari analisa kedua alasan tersebut, sepertinya alasan kedua lebih masuk akal. Dan ini membuat aku dan teman-teman semakin miris, karena sepertinya kita memang belum berhenti di jajah. Kalau dulu kita dijajah secara fisik, sekarang kehidupan dan kebudayaan kita yang dijajah.

Any other opinion?

Advertisements

15 Responses to “Permen Narkoba – What’s behind it?”


  1. 1 Meutia Ananda
    June 12, 2008 at 8:55 am

    kalo menurut gua, sekarang gara2 BBM naik, orang-orang yang tidak berpenghasilan atau mempunyai penghasilan minim alias tidak punya plihan pekerjaan lainnya mencari uang dan objekan dengan cara mencekoki narkoba ke anak-anak. mereka akan melakukan apa saja demi uang. mungkin mereka hanya penjual saja, tapi dibelakangnya ada dealer yang memberi asupan. lalu mereka digaji lumayan. benar jg adanya kalo itu termasuk salah satu bentuk penjajahan non-fisik terhadap bangsa.

  2. 2 mia
    June 12, 2008 at 10:40 am

    kayaknya sih sma krn latar belakang ekonomi. sma kejahatan berawal dari urusan perut.utk mengisi perut yg lapar org jd menghalalkan segala cara utk mendapatkan apa yang dia butuhkan. kalau udah gelap mata kan udah nggak pikir efek jangka panjang lagi. bener gak?

  3. June 12, 2008 at 10:46 am

    Dah baca detail beritanya belom? bukannya coklat itu di bawa oleh salah satu orang tua dari anak2x tk itu dan diluar sepengetahuan dia terhadapa kandungan narkobanya dia yg mebagikan ke anak dan teman2xnya, coklat itu sendiri kan milik suaminya, jadi gw pikir yg pemakai tuh suaminya dan ceroboh aja nyimpennya….

  4. June 12, 2008 at 1:05 pm

    Rudi.. nama ayah dari anak yang bawa permen itu beserta ibunya masih buron..
    knp mereka lari kalo ndak salah ? 🙂
    sekarang mari kita bayangkan.. ternyata lingkungan narkoba bisa sedekat itu sama anak.. sedekat anak dan bapak..
    hmm..

  5. June 12, 2008 at 1:24 pm

    permen narkoba wah kudu dan harus hati-2 nih, soalnya ini bisa buat anak-anak nih jadi candu, bisa kebayang deh jika dari kecil sudah candu maka membahayakan anak-2 tsb, bangsa ini.

    terima kasih

  6. June 13, 2008 at 9:45 am

    @ Meutia : hmm, ya ya. kayaknya kalau ada dealer yang memberi asupan, alasan mencari keuntungan bagi penjualnya jd masuk akal.

    @ Mia : betul sih, mi. mereka hanya mikir gmana caranya makan, tapi kan jadinya makanan yang mrk makan gak barokah juga donk …

    @ tamacrea : kalau gak salah, ibunya pas diwawancarai bilang kalau coklat itu memang olhe-oleh dari ayahnya yang baru balik dari luar kota buat anaknya. nah lho, masak iya tega banget sih ngasih narkoba ke anaknya sendiri …

    @ Sekarputih : memang narkoba sudah semakin dekat dengan kita. serem juga kalau nantinya generasi penerus jadi pengguna setianya … what will our country be …

    @ robby : exactly … sedih deh ngebayanginnya.

  7. 7 Ota
    June 13, 2008 at 10:21 pm

    Kalau diteliti lebih seksama kasus ini khususnya- sepertinya sang pemilik permen bergolongan psikotropika ini lengah atau melengah. Permen Happy5 disimpan ditempat yang dapat dijangkau anak-anak. Dan secara tak disengaja seorang anak (salah satu korban), mendapat kesempatan atas barang(permen Happy5) tersebut dan lalu mengedarkannya diantara teman2 nya.

  8. June 15, 2008 at 3:37 pm

    permen narkoba..?beli dimana?

  9. June 16, 2008 at 9:57 am

    @ Ota : hmmm … bisa jadi juga ya. kalau memang melengah kasihan banget anaknya sendiri dijadikan umpan.

    @ anakbangsa69 : wah.. aku juga gak tau belinya dimana. emang mo coba ya? hehehe ….

  10. 10 dionbarus
    June 16, 2008 at 1:55 pm

    At least, bukan anak itu yang berkeinginan untuk mencoba tapi orang tuanya yang punya andil kesalahan.

    Bahkan Don Carleone dalam GODFATHER, menolak mentah-mentah bisnis narkoba sehingga pecah perang saudara antara para mafia New York. Itu dulu di tahun 1940an.

  11. 11 dionbarus
    June 16, 2008 at 1:57 pm

    Terima kasih untuk kunjangan dan commentnya. Nice blog..

  12. June 20, 2008 at 9:07 pm

    @ dionbarus : anak-anak sih memang cuma pengen permen ‘biasa’. You most are welcome 🙂

  13. December 25, 2011 at 5:24 pm

    aduhhhh…. gmn nich ank2 kita bisa terancam……!!!!!!!!!!!!

  14. May 12, 2012 at 1:26 pm

    bagus sekali web nya
    hehhe

  15. October 3, 2014 at 4:55 am

    Hurrah, that’s what I was searching for, what a stuff!
    existing here at this blog, thanks admin of this
    web site.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: