15
Jul
08

My W380i

Akhirnya setelah memang sudah tidak bisa ditolerir lagi, aku beli juga HP baru. Sebetulnya aku masih sayang banget sama HP O2 ku tercinta, tetapi ada daya ternyata memang dia sudah pengen pensiun. Keypadnya sudah amat sangat susah di pakai, beberapa bagian malah sudah lepas dan hilang dari jaman kapan tau. Menyedihkan deh kalau dilihat kondisinya, mo dikasih ke adikku kasihan dia pakainya, mo dijual paling juga cuma laku beberapa ratus ribu.

Dari awal sudah gak kepengen beli Nokia, alasannya sih simple : terlalu pasaran karena banyak orang yang pakai, trus pas lihat merk-merk yang lain juga belum sreg. Setelah browsing kesana kemari, mulai dari studiohp.com dan jakartaponsel.com untuk cek harga, trus baca banyak review di cnet asia, forum ponsel, trus sampai melihat tampilannya di youtube.com, aku memutuskan untuk membeli Sony Ericsson W350i. Kenapa aku pilih SE W350 awalnya karena fiturnya yang standard dengan harga yang masih reasonable. Spesifikasi yang aku inginkan memang tidak terlalu tinggi, asalkan looks stylish, reasonable price dan mempunyai all the standard handphone features (call/ sms).

Setelah pasti dengan pilihanku, weekend aku meluncur ke Ambassador dimana banyak sekali toko-toko yang berjualan HP baru dan second. Agar tidak ribet tawar menawar, aku langsung menuju ke toko service centre SE yang sebetulnya tidak terlalu besar, malah cenderung terlalu sempit sampai kelihatan sangat sesak. Disana aku disambut dengan SPB (sales promotion boy) yang dengan fasih menawarkan produk-produk SE. Sayangnya ternyata W350i yang aku inginkan sedang kosong, sold out, habis deh pokoknya. Tampaknya SPB satu ini memang tidak kurang akal, dia menawarkan produk lain dengan spesifikasi diatas W350i, dan setelah menimbang-nimbang aku memutuskan untuk membeli W380i.

Kenapa W380i? Pertama karena spesifikasinya mirip dengan W350i yang aku inginkan, bedanya cuma bentuknya yang clamshell, adanya dua LED, dan adanya gesture control, yaitu kalau kita waving dengan jarak tertentu, nada panggilan akan menjadi silent. Dan ternyata memang so far so good. Selain fitur standar yang pastinya aku pakai sehari-hari (sms dan telepon), fitur yang sering aku pakai adalah FM Tuner dan Kamera. Suara radionya lumayan oke dan hasil kamera juga lumayan tidak mengecewakan. Intinya HP ini masih dapat nilai bagus deh, masih belum nemu hal yang bisa di komplain. Semoga saja tetap begitu 🙂

Check aja spec detail di http://www.sonyericsson.com/cws/products/mobilephones/summary/w380i?cc=id&lc=id

Advertisements

2 Responses to “My W380i”


  1. 1 Jul
    December 26, 2008 at 10:46 am

    Saya mau nanya nih…saya kan tertarik dengan model w380i, tapi saat saya tahu kameranya hanya 1,3 megapixel. Nah mau nanya nih, apakah hasil dari kamera w380i ini parah banget ga ya?

  2. January 2, 2009 at 9:52 pm

    @Jul : lumayan bagus kok, cuma gak kuat di tempat gelap ato malam aja. siang hari atau di ruangan penuh cahaya sih lumayan bagus 🙂 gak rugi deh klo menurutku


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: