Archive for the 'Book Comment' Category

18
Jul
08

Book : Marriageable – Gue Mau Nikah Asal…

Nemu buku ini di Gramedia BP, dalam momen yang pas yang sesuai dengan judulnya. Dan pas baca thriller di bagian belakang buku memang tampaknya buku ini menarik dan lucu. Dan ternyata memang bukunya kocak abis, saking penasarannya pengen cepet selesai baca, sekarang kondisinya memprihatinkan, lecek karena suka aku bawa kemana-mana (coba bukunya waterproof, pasti gak selecek itu).

Ceritanya  sebetulnya sama saja seperti kebanyakan novel yang ada, yaitu tetap mengusung cinta dan perjuangan manusia menjalaninya. Yang membuat buku ini jadi menarik dan beda adalah penggunaan bahasanya yang cenderung menggelitik dan penuh dengan kiasan-kiasan yang menurutku kadang ngasal tapi kena, misalnya saja perumpamaan rahim cewek sebagai susu ultra yang bisa expired, sperma yang seperti wine, dan banyak lagi. Yeah, mungkin memang bahasanya agak terlalu vulgar karena itu pula dibagian belakang ada tulisannya novel dewasa. Vulgar, kocak, tetapi tetep mengalir sehingga aku sama sekali tidak bosan membacanya.

Penokohan yang ada sebetulnya juga nothing special, just like ordinary pekerja kota Jakarta. Tetapi justru mungkin itulah salah satu kelebihannya. Tokohnya mem’bumi’ sehingga sepertinya mereka adalah orang-orang di sekitar kita dengan kepribadian uniknya masing-masing.

Plot of the Story:
Flory, seorang wanita karir yang sudah berumur lebih 30 tahun dijodohkan oleh kedua orang tuanya dengan seorang pria mapan yang bernama Vadin. Walaupun pada awalnya Flory menolak perjodohan tersebut tetapi setelah mengenal Vadin lebih dalam, mereka kemudian merasa saling cocok. Saling cocok juga bukan berarti Flory  yakin kalau dia benar merasa sayang pada Vadin. Dengan teman-teman baiknya dia terus berusaha mengenal dan mencari, apakah sebenarnya sayang itu, apakah rasa cinta itu, dan yang paling penting apakah arti dari pernikahan itu.

Advertisements
25
Jun
08

Book : The Spiderwick Chronicles #3 – Rahasia Lucinda

RahasiaLucindaMasih tentang petualangan tiga bersaudara : Jared, Simon, dan Mallory. Buku ketiga ini membahas petualangan mereka dalam mencari jawaban mengapa buku ‘Panduan Lapangan’ milik Jared, sangat diinginkan oleh para peri dan Goblin. Salah satu cara yang mereka tempuh adalah menemui bibi mereka yang bernama Lucinda. Bibi Lucinda ini telah lama tinggal di rumah sakit jiwa dan hampir tidak ada keluarga yang pernah mengunjunginya.

Yang mengejutkan ternyata bibi Lucinda dianggap tidak waras karena dia berusaha menceritakan adanya berbagai mahluk aneh yang ada di sekitarnya kepada orang lain. Bibi Lucinda bahkan menyebutkan bahwa ayahnya (Arthur Spiderwick) hilang karena diculik oleh para peri. Mereka akhirnya saling bercerita tentang perilaku para mahluk aneh dan juga pentingnya buku ‘Panduan Lapangan’. Saat Jared ingin menunjukkan buku tersebut, betapa terkejutnya mereka karena ternyata buku yang dibawa Jared bukan buku ‘Panduan Lapangan’ tetapi buku memasak ibunya.

Hilangnya buku ‘Panduan Lapangan’ membuat Jared sangat marah sampai dia menuduh Mallory telah membuangnya. Jared telah berusaha mencari buku itu di semua sudut rumah, tetapi tetap tidak dapat menemukan buku tersebut. Sampai akhirnya secara tidak sengaja, mereka bertiga menemukan sebuah peta rahasia hutan para peri di tumpukan buku di perpustakaan tua milik Arthur Spiderwick. Dengan bermodalkan peta tersebut mereka menelusuri hutan dan berusaha menemukan kediaman para peri untuk kemudian berusaha merebut kembali buku ‘Panduan Lapangan’.

25
May
08

Book : The Spiderwick Chronicles #2 – Batu Penglihatan

BatuPenglihatan

Bus terakhir menurunkan Jared Grace di ujung jalan menuju rumahnya. Dari sana jalanan menanjak menuju rumah tua keluarga Jared tinggal sampai ibunya menemukan tempat yang lebih baik, atau bibi tuanya yang gila ingin rumah itu dikosongkan kembali.

Itulah kalimat pertama dari buku kedua dari The Spiderwick Chronicles yang berjudul Batu Penglihatan. Dalam buku ini diceritakan bagaimana Simon diculik oleh Goblin. Jared dan Mallory kemudian berusaha untuk menyelamatkan Simon, Dengan petunjuk dari Thimbletack, mereka berdua yang sebelumnya tidak bisa melihat Goblin dan berbagai mahluk aneh lainnya menggunakan batu penglihatan sebagai kaca mata sakti.

Berbagai rintangan dan mahluk aneh mereka temui sepanjang jalan sampai akhirnya mereka menemukan Simon dikerangkeng dan digantungkan di atas pohon. Jared bertemu dengan Hogsqueal yang kemudian membuat Jared dan Mallory bisa melihat berbagai mahluk aneh tanpa bantuan batu penglihatan. Dengan menggunakan akal mereka yang cerdik, mereka akhirnya bisa melarikan diri dari Goblin dan bahkan membinasakan para Goblin itu.

14
May
08

Book : The Spiderwick Chronicles – Panduan Lapangan

spiderwick

Buku ini adalah buku pertama dari tujuh buku chronicle Spiderwick. Sebuah cerita karangan Tony Diterlizzi dan Holly Black yang kemudian di film kan oleh Paramount Pictures dan Nickelodeon Films dengan judul yang sama (Red: The Spiderwick Chronicles).

Plot of the Story:
Dimulai dari pindahnya keluarga Grace ke rumah baru mereka karena ayahnya yang tidak bertanggungjawab. Didalam rumah baru ini, Jared, Simon, dan Mallory menemukan banyak keanehan mulai dari ruang dapur yang berantakan, rambut Mallory yang terikat di tempat tidur dan juga ruam-ruam di tubuh Simon. Sang Ibu (Mrs. Grace) pada awalnya menuduh Jared yang melakukan itu semua sebagai pelampiasan kemarahan Jared kepada ayahnya.

Pada saat yang hampir bersamaan dengan kejadian aneh itu, Jared secara tidak sengaja menemukan sebuah buku yang berisi tentang deskripsi mahluk-mahluk aneh seperti peri, hoggart, atau dwarf. Baik Mallory ataupun Simon menyangka kalau buku itu hanyalah buku dongeng anak-anak. Dengan bermacam cara Jared berusaha untuk membuat percaya mereka, sampai pada akhirnya mereka bertiga pergi ke perpustakaan dan bertemu dengan seekor hoggart

Pros:
ceritanya bener-bener memanja imaginasi kita tentang negeri dongeng dan mahluk-mahluk aneh – which I like 🙂

Cons:
Karena bacanya versi terjemahan dalam bahasa Indonesia kayaknya ada beberapa bagian yang ‘aneh’ terjemahannya. Jadi pengen baca versi bahasa Inggris aslinya.

22
Apr
08

Book : Prince Caspian

PrinceCaspian

Seperti biasanya, apabila ada film baru yang ceritanya diadaptasi dari novel, aku selalu ingin membaca bukunya terlebih dahulu sebelum menonton film nya. Alasannya simple, pasti kita akan memperoleh detail yang lebih banyak dalam buku apabila dibandingkan dengan filmnya. Demikian juga saat aku tau bahwa sekuel Narnia yang kedua berjudul ‘Prince Caspian’ akan ditayangkan pada tanggal 16 Mei 2008, dari bulan kemarin aku berusaha mencari bukunya baik itu di toko buku online maupun offline (Gramedia, Kinokuya) dan baru menemukannya minggu kemarin. Entah kenapa sebelumnya semua stock buku ini sedang kosong.

Cerita dimulai pada saat Peter, Susan, Edmund, dan Lucy tiba-tiba tertarik ke sebuah pulau yang ternyata berisi reruntuhan istana tempat mereka berkuasa beberapa tahun yang lalu. Mereka sama sekali tidak menyangka bahwa satu tahun meninggalkan Narnia sama dengan 1300 tahun berlalu dan sudah banyak yang berubah di Narnia. Masa mereka berkuasa telah dianggap sebagai zaman keemasan dan sekarang Narnia telah dikuasai oleh suku Telmarine yang berhasil menaklukkan Narnia dan membuatnya menjadi negara tanpa sihir. Tidak ada lagi pohon berjalan, dwarf, dan beragam mahluk Narnia yang unik. Kisah-kisah tentang Aslan dan beragam sihir telah dilarang untuk diceritakan dalam sejarah Narnia dan dianggap hanya dongeng omong kosong belaka. Narnia telah menjadi sebuah negara ‘normal’. Walaupun begitu ternyata masih banyak dwarf dan binatang yang bisa berbicara yang bersembunyi di hutan. Mereka berusaha bertahan hidup dan menyembunyikan diri dari pemerintahan baru Narnia yang selalu berusaha mengejar dan membunuh para dwarf. Continue reading ‘Book : Prince Caspian’

19
Apr
08

Book : Trilogi Zona (Zona @Tsunami, Perang Bintang, Zona @Last)

zona@tsunami

Buku pertama yang berjudul ‘Zona @Tsunami’ cukup tebal mengingat jumlah halamannya yang mencapai lebih dari 300 halaman. Akan tetapi ceritanya yang menarik membuat aku tidak merasa bosan membacanya. Malahan aku tertarik untuk segera membeli buku keduanya.

Mulanya tertarik membaca buku ini karena pekerjaan salah satu karakter yang ada adalah seorang copywriter. Dan ternyata isinya juga sangat menarik, inti dari cerita ini adalah bagaimana perjalanan cinta Mutia dan Zona dengan setting peristiwa Tsunami di Aceh beberapa tahun silam. Cerita bergulir dengan sangat apik, menceritakan beragam intrik yang mereka berdua hadapi. Continue reading ‘Book : Trilogi Zona (Zona @Tsunami, Perang Bintang, Zona @Last)’

14
Apr
08

Book : Yes, I’m a Model

Yes-front

Hanya dibutuhkan beberapa jam untuk menyelesaikan buku ini. Hmm, sebetulnya aku tidak membacanya dengan detail, kebanyakan aku membaca dengan sistem ‘Speed Reading’, membaca cepat dengan melakukan scanning kata-kata yang ada tanpa menghilangkan maksud dan isi bacaan. Hal ini aku lakukan karena alur cerita yang cenderung terbaca dengan jelas dan juga karena detail yang menurutku tidak terlalu diperlukan sehingga justru membuat cerita terlalu bertele-tele dan cenderung membosankan.

Agak kecewa dengan isi cerita karena menurut review yang aku baca, buku ini bagus dan pantas untuk dibaca. Padahal rencananya buku ini akan mempunyai sekuel sampai 7 buku, tetapi kalau buku pertama saja aku sudah merasa bosan, sepertinya aku akan berpikir beberapa kali untuk membeli buku yang selanjutnya.

What’s inside the book? Buku ini menceritakan perjalanan 5 orang remaja menjadi model professional dan terkenal. Beberapa bab awal, digambarkan bagaimana kehidupan awal para remaja itu dan bagaimana akhirnya mereka berkenalan dengan dunia model. Pada bagian awal bab, aku masih membacanya dengan detail, at least sampai tiga bab awal. Agak menarik tapi sudah mulai membosankan. Continue reading ‘Book : Yes, I’m a Model’