Archive for the 'Movie Comment' Category

06
Aug
08

Movie : The Mummy – Tomb of the Dragon Emperor

Dilihat dari list cast nya, yang tergambar adalah film ini pasti bagus karena berisi pemain-pemain senior yang aktingnya pasti sudah tidak diragukan, misalnya saja : Jet Li dan Michelle Yeoh. Dan kalau dilihat dari thrillernya juga oke.

Pas sudah selesai nonton, ternyata kok tidak seperti yang aku bayangkan ya? It was a plain movie i think. Apa mungkin karena film terakhir (Red = Dark Night) yang aku tonton terlalu ‘berat’ ya?

Dilihat dari segi cerita, ide kelihatan banget diambil dari penemuan Terracotta Army (ribuan patung yang ditemukan di dekat makam kaisar pertama dinasti Qin di daratan Cina). Tetapi sepertinya ceritanya masih terlalu rough dan kurang detail. Karakterisasinya juga tidak terlalu mendalam. Hmm … not much good things to share except the excitement of seeing the next Mummy movie.

Plot of the Story:

Jet Li, berperan sebagai the Dragon Emperor, adalah seorang emperor sakti yang berusaha menguasai kematian dengan meminta tolong seorang penyihir yang bernama Zi Yuan (diperankan oleh Michelle Yeoh) dan General Ming, jenderal kepercayaannya, untuk mencari scroll yang berisi mantra menuju immortality. Walaupun sang Emperor sudah bertitah kepada General Ming agar tidak seorangpun menyentuh penyihir cantik itu, tetapi ternyata keduanya malah saling jatuh cinta. Dan sebagai hukumannya, sang Emperor membunuh General Ming dihadapan Zi Yuan. Sang penyihirpun mengutuk tindakan Emperor dengan membuat dia menjadi patung bersama dengan ribuan pasukannya.

Tahun 1947, Alex seorang anak adventurer Rick O’Connell berhasil menemukan makam sang Emperor dan secara tidak sengaja membangkitkannya kembali. Dengan bantuan Lin, penjaga makam Emperor, Alex bersama orang tuanya kemudian menyusuri Himalaya untuk menghambat jalan sang Emperor mendapatkan kekuatan immortality.

Advertisements
23
Jul
08

Movie : Dark Night


Pic : imdb.com

Rencana awal weekend sebetulnya mo nonton Wanted, tapi karena waktunya kelamaan (selisih 45 menit) akhirnya kita nonton ‘Dark Night’, sebuah film superhero Batman yang diambil berdasarkan DC Comic yang tentunya kita semua sudah amat sangat mengenalnya. Aku sendiri bukan fans Batman karena buatku film-film Batman baik yang kartun atau layar lebar semuanya kelihatan gloomy dan gelap. Walaupun begitu aku mengenal hampir semua karakter yang ada di film Batman dengan baik.

Film ‘Dark Night’ ini merupakan film Batman pertama yang tidak menggunakan title ‘Batman’ dalam judul film dan pada penayangan perdananya berhasil memecahkan box office, mengalahkan Pirates of the Carribean : Dead Man chest and Spiderman 3. Ratingnya sendiri mencapai 95 dari 100. Viral marketing dan trailer filmnya sudah diluncurkan sejak awal tahun 2008. Hmm … tapi kok aku gak pernah tau/ terima ya, mungkin promosinya hanya di US aja kali ya?

Ceritanya tetap tentang Batman yang berusaha menegakkan kebenaran di Gotham City dengan menghadapi salah satu musuh bebuyutannya, Joker. Nah, uniknya menurutku dalam film Dark Night ini karakter yang sangat kuat ada pada Joker. Hal ini tentunya tidak lepas dari peran Heath Ledger yang memainkannya dengan sangat baik. Bagaimana tidak, Heath Ledger menghabiskan waktunya satu bulan penuh dengan tidak keluar kamar hanya untuk mendalami karakter Joker ini. Dan hasilnya memang sangat memuaskan, semua pemain setuju bahwa Heath Ledger layak untuk mendapatkan Oscar. Adegan favoritku adalah pada saat Joker berdiri di depan rumah sakit dengan pakaian seragam suster, sedang berusaha untuk meledakkan rumah sakit dengan bom yang sudah disiapkan di berbagai ruangan. Wah, keren banget deh pokoknya, kelihatan pshyco abis. He’s so in to it. Sayangnya, Heath Ledger meninggal karena over dosis, gosipnya sih karena dia mengidap insomnia dan masih belum bisa lepas dari pengkarakteran Joker. Hiks, kasihan …

Overall review, two thumbs up buat scriptwriternya. Plotnya keren, membuat aku berpikir saat menontonnya, berusaha menggabungkan adegan-adegan yang berloncatan. Nice nice nice! Ini film pertama dalam rangkaian film summer tahun ini yang membuat aku benar-benar puas saat keluar dari bioskop. All was perfect : the scenario, the scenes, the actors, the character and almot everything.

Tagline keren yang ada pada film ini :

  • Why So Serious?
  • Welcome to a world without rules.
  • Out of the darkness, comes the Knight.
  • Can you avenge evil and not become it?
08
Jul
08

Movie : The Incredible Hulk

Sekali lagi film yang diadaptasi dari karakter fiksi komik dari Marvel yang diciptakan oleh Stan Lee dan Jack Kirby. Komik ini pertama kali diterbitkan pada bulan Mei tahun 1962 dan berhasil menjadi salah satu karakter andalan Marvel Komik. Berangkat dari komik, karakter ini juga pernah menghiasi layar kaca selama beberapa tahun dan dari sinilah sebenarnya aku mulai mengenal karakter ini. Kalau diingat kembali, aku sebetulnya tidak terlalu menyukai karakter Hulk ini, karena menurutku seram dan sedikit yieks. Selain karena waktu itu memang aku masih berumur belasan tahun, mungkin alasannya karena warna Hulk yang hijau dan kelihatan seperti orang yang sedang sekarat keracunan makanan.

Back to the movie, penggarapan dari film ini sendiri dimulai sejak tahun 2007 dan kebanyakan setting diambil di Toronto, canada. Dengan adanya semangat kampanye ‘Let’s Go Green’ yang didengungkan di seluruh dunia, film ini berusaha semaksimal mungkin untuk ramah lingkungan. Hal ini dilakukan dengan menggunakan bahan-bahan yang recycled, menggunakan kendaraan hybrid dan fuel-efficient dengan low sulfur diesel sebagai sumber energi, menggunakan china dan silverware utensil, stainless steel mug dan berbagai cara lain untuk meminimalisasikan sampah non-organik.

Kalau direview, aku pikir tidak ada hal istimewa yang ditawarkan dalam film ini. Semuanya so and so, mulai dari alur cerita yang bisa ketebak, penokohan yang sudah cukup kita ketahui dari komik/ film serinya, animasinya juga biasa aja, gak bikin jaw dropping.

Plot of the Story:

Bruce Banner, seorang scientist yang sedang mengasingkan diri di sebuah kota kecil di Brazil setelah sebelumnya berubah menjadi green giant yang menghancurkan lab soldier. Dalam pengasingannya di Brazil ini, Bruce belajar untuk mengendalikan emosi dengan belajar breathing techique dan berusaha untuk mencari cara menyembuhkan kondisinya melalui petunjuk teman online nya yang bernama Mr. Blue. Bekerja sebagai pekerja keras di pabrik minuman ringan, dia menjadi salah seorang pekerja yang dapat diandalkan oleh bos nya. Masalah timbul saat secara tidak sengaja dia terluka dan setetes darahnya masuk ke dalam salah satu minuman yang ternyata dikirim ke Amerika Serikat dan diminum oleh seorang kakek.

Satu pasukan soldier kemudian dikirim untuk mencari Bruce dan berusaha menangkapnya kembali. Usaha pasukan ini gagal karena Bruce berubah menjadi Hulk dan berhasil mengalahkan semua anggota pasukan. Sang pemimpin pasukan (Blonsky) yang sangat tertarik akan kekuatan hijau ini kemudian menawarkan diri untuk di inject dengan serum yang serupa. Hasilnya, walaupun Blonsky telah babak belur dihajar Hulk, dia bisa sembuh dengan cepat.

Bruce yang melarikan diri kemudian berusaha untuk bertemu dengan Mr. Blue dan dalam perjalanannya, dia bertemu kembali dengan Betty, kekasihnya pada saat masih di lab soldier. Mr. Blue ternyata telah mengembangkan sample darah Bruce menggunakan tikus dan berhasil menemukan formula yang di claimed dapat menyembuhkan Bruce. Pada saat yang sama, Blonsky berhasil menemukan Bruce dan berhasil mengalahkan Bruce yang pada saat itu sudah netral dan tidak mempunyai kekuatan apapun. Blonsky yang masih tergiur akan kekuatan Hulk, mengancam Mr. Blue untuk menginjeksikan darah Bruce ke dalam dirinya dengan harapan kekuatannya bisa bertambah. Tidak memikirkan akibat yang ditimbulkan, akhirnya memang kekuatannya semakin hebat tetapi serum itu membuatnya menjadi powerful monster.

Hal selanjutnya tentu saja dapat kita tebak, yaitu adanya pertarungan live and death antara Hulk dan monster Blonsky. Hasilnya juga tentunya bisa ditebak kan?? Yup, pastinya Hulk kemudian menang dan Bruce bisa kembali menjadi orang ‘biasa’ yang berusaha mengendalikan kekuatannya.


Pic taken from imdb.com

27
Jun
08

Movie : Kungfu Panda


Nonton film ini karena diajakin ama Nanus. Kalau dari aku sendiri sih sebetulnya gak gitu pengen nonton karena film animasi biasanya bukan masuk daftar must-seen on bioskop, beli DVD nya saja sudah cukup menurutku. Suprisingly, film ini ternyata lumayan bagus. Karakterisasi nya kuat dan animasinya juga bagus (bulu-bulu panda terlihat sangat real). Dan aku patut mengacungkan jempol pada scripwriternya karena berhasil memainkan emosi penontonnya, sedih dan lucu bisa kita rasakan bersamaan. Voice over nya juga berhasil membuat karakter yang ada semakin kuat, hal ini mungkin karena film ini menggunakan suara dari berbagai artis yang sudah ternama (Dustin Hoffman, Angelina Jolie, Jackie Chan, etc). Film ini memang cocok untuk ditonton bersama-sama dengan keluarga.

Plot of the Story:
Seekor panda gemuk yang bernama Po tinggal dengan ayahnya, sang Angsa, di sebuah rumah bertingkat dua yang juga merupakan restoran mie yang cukup ramai dan terkenal di ‘Valley of Peace’. Po sangat menggemari kungfu dan bercita-cita untuk menjadi pendekar kungfu. Hal ini tentunya sangat tidak memungkinkan mengingat ukuran tubuhnya yang sangat besar dan kenyataan bahwa dia sangat ceroboh dalam berbagai hal. Ayahnya sendiri berharap agar Po nantinya dapat mewarisi keahliannya dalam membuat mie dan mengelola restauran yang sudah ada didirikan semenjak dahulu dan selalu diwarisi secara turun menurun.

Di lain tempat, Master Oogway sang kura-kura mendapatkan firasat buruk bahwa ‘Valley of Peace’ akan mendapat musibah akibat lepasnya pendekar jahat, Tai Lung sang Leopard. Untuk mengantisipasi firasatnya, sang master mengirimkan utusan untuk menggandakan perlindungan di penjara. Secara tidak sengaja, utusan sang Master ini malah membantu lepasnya Tai Lung. Selain mengirimkan utusan ke penjara, Master Oogway dan Master Shifu juga berusaha untuk mencari pendekar legendaris handal yang disebut Dragon warrior. Dalam legenda, hanya warrior inilah yang nantinya berhak untuk mendapatkan Dragon Scroll yang berisi ilmu kungfu yang sangat kuat dan diharapkan dapat mengalahkan Tai Lung.

Twisted of faith akhirnya membuat Po terpilih oleh Master Oogway sebagai Dragon Warrior. Hal ini membuat banyak rakyat ‘Valley of Peace’ kecewa karena sebelumnya mereka menyangka bahwa Dragon Warrior akan jatuh pada salah satu anggota the ‘Furious Five’ : Tigress, Monkey, Mantis, Viper, dan Crane — para pendekar terlatih murid dari Master Shifu. Ditengah berbagai penolakan ini, Po tetap berusaha untuk belajar KungFu dan Master Shifu (yang sebelumnya telah meragukannya) akhirnya menyadari kemampuan terpendam Po dan melatihnya dengan keras sampai Po mempunyai dasar ilmu Kungfu yang cukup. In short, akhirnya Po bertemu dengan Tai Lung dan berhasil mengalahkannya sampai semua orang pun mengakui kemampuan Po dan mengangkatnya menjadi Kungfu Master.

Nice phrase to remember :
Ada beberapa kalimat yang sampai saat ini worth to remember karena mempunyai arti yang sangat mendalam :

  • There is no coincidence in this world
    Kalimat ini diucapkan oleh Master Oogway saat dia akhirnya memilih Po sebagai Dragon Warrior
  • The secret ingredient is nothing. Things become special, because people believe them to be special.
    Kalimat ini diucapkan oleh ayah Po saat Po sedang berusaha mencari jawaban isi dari Scroll Dragon yang legendaris.

Kalau pengen tau lagi info yang lebih detail, coba aja check official websitenya di http://www.kungfupanda.com/

19
Jun
08

Movie : Nim’s Island

NIMS-02Sekali lagi sebuah film yang diadaptasi dari sebuah novel, tapi kali ini aku tidak sempat membaca novelnya (well, baru tau kalau itu adaptasi dari novel juga pas abis baca-baca review). Sebetulnya tidak ada rencana sama sekali untuk menontonnya, karena rencananya mo nonton Indiana Jones. Eh, ternyata Indiana Jones sudah tidak diputar di 21 Setiabudi (Jeff salah lihat jadwal di website). Daripada nonton film horror Indonesia yang gak jelas, akhirnya kita memilih untuk menonton Nim’s Island.

Target film ini sebetulnya adalah untuk para anak-anak yang sedang liburan sekolah, sehingga tema dan alur cerita yang disajikan sangat sederhana. Aku dengan mudah bisa membaca kira-kira bagaimana alur bahkan akhir dari cerita. Walaupun begitu film ini cukup bagus, apalagi dengan adanya Jodie Foster sebagai salah satu pemain pembantu dan setting film yang membuat mata cukup segar dengan adanya hamparan laut biru, hijaunya hutan, dan kelucuan binatang-binatang pulau.

Cerita dimulai dengan legenda hilangnya seorang ibu yang dimakan oleh hiu. Sang anak – yang bernama Nim – tinggal disebuah pulau terpencil hanya dengan ayahnya dan juga ditemani dengan berbagai binatang peliharaannya : burung camar, kuda laut, dan kadal yang mirip dengan komodo. Walaupun terpencil, kehidupan mereka berdua tetap up-to-date dengan adanya koneksi internet dan berbagai kiriman yang dikirim sebulan sekali oleh sebuah helikopter. Nim sangat menyukai membaca dan dia mengidolakan Alex Rover – sebuah karakter hero dari salah satu novel kesukaannya.

Permasalahan dimulai saat ayah Nim, Jack, tidak kembali ke pulau selama beberapa hari setelah berusaha untuk mendapatkan sample penelitiannya. Sang ayah terjebak in the middle of nowhere saat perahunya terkena badai dan semua alat komunikasinya terputus. Selama itulah Nim yang merupakan satu-satunya manusia penghuni pulau itu mengalami berbagai petualangan yang seru. Nim berhasil mengusir para pelancong dan businessman yang ingin menjadikan pulau itu sebagai salah satu objek wisata. Nim juga berhasil membuat Alexandra, pengarang novel Alex Rover favoritnya dan menderita agoraphobic, untuk datang menemui Nim dan berusaha membantu menemukan Jack. Dari sini sudah bisa ditebak bahwa sang ayah dan penulis akhirnya bertemu dan saling menyukai and they are living happily ever after in the island.

Such a perfect story, isnt it? Well, memang ceritanya sangat ‘dongeng’ and childish. Tetapi film ini ternyata cukup menghibur dan bukan menjadi agenda yang salah untuk melewatkan weekend.

18
May
08

Movie : The Chronicles of Narnia – Prince Caspian

caspian

Film ini termasuk film yang sangat aku tunggu, karena selain aku sudah membaca bukunya, aku juga penasaran apakah filmnya akan sebagus film sebelumnya (Red : The Chronicles of Narnia: The Lion, the Witch and the Wardrobe). Film ini diputar serentak worldwide pada tanggal 16 Mei 2008. Dari trailernya sih kelihatannya lumayan keren. Dan seperti rencana sebelumnya, aku dan Jeff akhirnya menontonnya pada hari Sabtu di Hollywood KC.

Cerita dibuka dengan lahirnya seorang bayi laki-laki yang merupakan anak dari Miraz. Prince Caspian yang masih terlelap dalam tidurnya kemudian dibangunkan oleh gurunya untuk segera kabur menyelamatkan diri. Hmm, tampaknya hal ini merupakan perbedaan pertama yang dapat aku lihat antara alur cerita dalam buku dan film. Setelah itu digambarkan bagaimana Prince Caspian berusaha untuk lari dari kejaran prajurit kerajaan dan akhirnya bertemu dengan Narnian. Pada saat terjepit, Prince Caspian meniupkan terompet yang termyata memanggil raja dan ratu Narnia jaman dulu. Scene berganti dengan setting lorong kereta api bawah tanah kota London yang membawa Peter, Susan, Edmund, dan Lucy kembali ke Narnia. Dari sinilah petualangan dimulai, mereka berempat bekerja sama dengan Prince Caspian kemudian mengalami perang demi perang untuk memperebutkan Narnia. Continue reading ‘Movie : The Chronicles of Narnia – Prince Caspian’

11
May
08

Movie : Speed Racer

SpeedRacer

Film kedua dari jajaran film summer bulan Mei yang wajib ditonton adalah Speed Racer. Sebuah produksi Warner Bros dan di dukung oleh creator film trilogy ‘Matrix’, film ini diproduksi berdasarkan film kartun dengan judul sama yang juga merupakan hasil adaptasi anime Jepang berjudul Mach GoGoGo.

Bercerita tentang kehidupan seorang pembalap bernama Speed Racer yang semenjak kecil sudah mempunyai jiwa racing yang sangat kuat. Dengan dukungan keluarga dan pacar setianya, dia berusaha untuk selalu menjadi yang terbaik di berbagai perlombaan racing. Sampai pada saat, seorang pemilik salah satu perusahaan besar bernama Royalton Industries berusaha menawari Speed untuk menjadi bagian dari team racingnya. Walaupun tawaran itu cukup menggiurkan, Speed akhirnya menolak dan memutuskan untuk tetap berkarya dengan dukungan keluarganya. Continue reading ‘Movie : Speed Racer’