Posts Tagged ‘lebaran

06
Oct
08

Welcomeback …

Hari pertama back to the hectic days, setelah seminggu sebelumnya mengambil cuti libur lebaran. Setelah datangnya hari kemenangan itu, ada banyak harapan dan keinginan baru yang sudah terajut dan direncanakan. Sekali lagi mendapat kesempatan untuk mencoba menjadi ‘manusia’ yang baru, sepertinya sayang kalau di sia-sia kan begitu saja.

Tentunya harapan itu adalah sekali lagi berusaha menjadi a better human being, kembali ke konsep manusia yang mempunyai kewajiban untuk selalu menjaga hubungan vertical dan horisontal, menjadi khalifah at least bagi diri kita sendiri.

Simple, tapi eksekusinya butuh persistent yang cukup tinggi.
Keep trying is the only thing that I can do.
Semoga spirit lebaran ini selalu ada …

12
Sep
08

My Lebaran Ticket

Second week of Ramadhan and cannot wait for Lebaran. Usaha mencari tiket juga sudah dilakukan sejak awal Ramadhan.

Tahun ini sepertinya harga pesawat semakin melambung saja. Setelah tidak adanya penerbangan Jakarta – Malang oleh Mandala Airlines, pilihan satu-satunya untuk terbang hanya menggunakan Sriwijara Air. Dan sekali lagi prinsip ekonomi berjalan, banyaknya permintaan membuat harga melambung tinggi. Satu tiket sekali jalan sudah menembus harga lebih dari satu juta rupiah dan sudah dalam waiting list. Hiks … dengan harga semahal itu sepertinya aku tidak tega membayarnya. Aku mencoba mencari alternatif lain yaitu penerbangan Surabaya-Jakarta. walaupun sudah banyak Airlines yang mempunyai penerbangan rute ini, tetapi harga tetap tinggi. Aku berhasil mendapatkan harga 812rb untuk satu kali penerbangan dari Surabaya ke Jakarta. Harga ini sudah harga terendah dari berbagai simulasi yang telah aku lakukan. Seorang temanku malah berhasil mendapatkan harga satu juta untuk penerbangan Jakarta – Surabaya bolak balik, tetapi dengan salah satu maskapai yang sudah terkenal telatnya (aku tidak rela menghabiskan waktu berjam-jam di waiting room bandara).

Kenapa bukan naik Gajayana saja? Well, sebetulnya sih pengen. Tetapi sistem pembelian tiketnya sangat tidak memungkinkan untuk aku bisa membelinya. Bayangkan saja, kita musti ngantri dari subuh di stasiun dan pada saat loket dibuka, selang beberapa menit tiket sudah habis terjual. Konspirasi calo dan agen penjualan sangat kencang dan sekali lagi aku tidak rela kalau musti menghabiskan waktuku seperti itu saja. Dan lagi harganya sangat mahal (jika dibandingkan dengan harga normal). Seorang temanku berhasil mendapatkan tiket dengan harga 480rb, padahal harga normal hanya 220rb.

Tampaknya memang aku musti kembali menggunakan bus. Ada banyak sekali bus yang mempunyai trayek Jakarta – Malang. To be honest, sebetulnya aku tidak begitu suka naik bus. Pastinya jalanan macet dan membuat perjalanan menjadi molor sekian jam. Belum lagi musti duduk selama belasan jam. Yah, tapi seperti kata Jeff, mungkin aku patut mencoba untuk menikmati perjalanan melewati beragam kota. Agak nyesek juga sih membayar harga tiketnya. You know what? The ticket cost 500rb. Ampyunn deh … tapi ya demi bisa mudik dan melihat kota Malang tercinta akhirnya aku harus merelakan diri membayar tiket bus seharga setengah juta.